UNIVERSITAS WINAYA MUKTI (UNWIM) .................................................................. UNWIM EKSIS DINAMIS BERKUALITAS .................................................................. POLA ILMIAH BINA IPTEKS BANGUN LINGKUNGAN

Sejarah Fakultas Kehutanan Unwim

 
Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti (Fahutan UNWIM) didirikan bersamaan dengan berdirinya Universitas Winaya Mukti berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Tinggi Winaya Mukti Nomor 257/SK-II/1990 tanggal 26 Juli 1990 yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia Nomor 0141a/0/1991 tanggal 25 Maret 1991.
 
Cikal bakal Fahutan UNWIM adalah Akademi Ilmu Kehutanan (AIK) Propinsi Jawa Barat yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor B.III/85/K-50/Pend/SK/1966 tanggal 14 Oktober 1966. Pendirian AIK  ini didasarkan pada tujuan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah akan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan terdidik di bidang kehutanan. Awalnya AIK  hanya menampung aparat jawatan Kehutanan  lulusan  Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA). Mulai Tahun 1968 AIK Juga menerima mahasiswa lulusan SLTA umum.
 
Untuk menyempurnakan  struktur organisasinya AIK mendapat pembinaan dari Pemerintah Daerah (pemda) Tingkat I Jawa Barat, dan untuk pemantapan program pendidikan AIK mendapat binaan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Pajajaran Bandung.
 
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia Nomor 69/1975 tanggal 27 Oktober 1975, AIK memperoleh status akreditasi terdaftar dan diberi kesempatan untuk Ujian Negara. Pengesahan statusnya diperoleh sejak tanggal 23 November 1977 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia Nomor 541/V/1977. Pada saat itu program pendidikan yang diselenggarakan adalah Sarjana Muda dengan gelar B.Sc.F (Bachelor Science of Forestry). Dalam perkembangan selanjutnya berdasarkan  Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0211/V/1982 dan Nomor 0212/V/1992 serta Surat Keputusan  Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 048/DJ/Kep/1982  yang mengharuskan program pendidikan tinggi disesuaikan dengan  bentuk perguruan tinggi, jalur/jenjang pendidikan dan program studi yang didasarkan pada sistem satuan kredit semester (SKS), maka sejak tahun ajaran  1984/1985 AIK  merubah program  Sarjana Muda menjadi program non gelar jenis Diploma III (D-3) atau Ahli Madya Kehutanan dengan lama studi 6 semester dan beban studi sebanyak   120 SKS yang dikukukuhkan dengan Surat Keputusan Direktur AIK Nomor 442/aik/2/2166-Skpt/1986 tanggal 11 Oktober 1986.
 
Sejak tahun 1988 atas dukungan penuh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat, dibangun kampus baru AIK di Jatinangor Sumedang yang selanjutnya menjadi Pusat kegiatan akademik Fakultas Kehutanan UNWIM. Pada tahun 1991 program D-3 Manajemen Hutan  berhasil meningkatkan status terdaftar menjadi diakui dan pada tahun 1993 status diakui ditingkatkan menjadi status disamakan. Pada tahun 1991 dibuka  jurusan baru yaitu Program S-1 Jurusan Teknologi Hasil Hutan dengan status terdaftar yang kemudian memperoleh status diakui pada tahun 1996. Pada tahun ajaran 1995/1996 Fahutan UNWIM  juga membuka program studi S-1 Jurusan Manajemen Hutan dengan status Terdaftar.
 
Perkembangan selanjutnya penyelenggaraan akademik di Fahutan UNWIM  didasarkan pada akreditasi  yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
 
Pasca Penandatanganan Piagam Kerjasama antara Gubernur Jawa Barat dengan ITB, maka Universitas Winaya Mukti harus keluar dari kampusnya di Jatinangor, termasuk Fakultas Kehutanan. Dalam piagam tersebut semua aset UNWIM dan juga sumber daya manusia (dosen dan karyawan) diserahkan kepada ITB. Bagaimanapun keadaannya saat ini Fakultas Kehutanan terus berusaha untuk tetap eksis dalam penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Kehutanan. Saat ini kampus Fakultas Kehutanan berada di Tanjungsari Kabupaten Sumedang.